Sore itu saat menunggu pesanan rujak uleg yang sedang dibuatkan oleh sang penjual, mataku pun menangkap sesosok renta yang sedang berjalan tertatih dengan pakaian lusuhnya beserta buntelan kain yang tak kalah lusuh yang berada erat dalam dekapannya. Dari kejauhan aku pun terus memperhatikan nenek tua itu yang ternyata tengah mengais belah kasihan (meminta-minta) pada setiap pertokoan yang dilaluinya.

Nenek itu pun menengadahkan tangannya ketika berada tepat di depan toko handphone. Di sana ada 2 orang pemuda yang menjaga toko tersebut yang berisikan berbagai macam jenis handphone dan aksesorisnya. Pemuda yang satu tengah sibuk merapikan barang2 dagangannya, sedang yang satunya lagi sedang asik mendengarkan musik dari earphone yang terpasang di telinganya. Melihat kehadiran si nenek, tak satu pun dari kedua pemuda itu menghentikan kegiatan mereka, pemuda yang sedang mendengarkan musik tersebut hanya menggeleng2 dan menggerak-gerakkan tangannya pertanda ketidaksukaannya dengan kehadiran sang nenek.

Nenek itu pun pergi, berlalu menuju toko berikutnya, toko alat-alat elektronik. Di sana ada seorang penjaga dan seorang pembeli, mereka tengah asik pada kegiatan jual-belinya, entah sadar atau tidak akan kehadiran sang nenek, yang jelas tidak ada seorang pun yang beranjak berbelas kasih pada sang nenek. Mereka tetap asik pada kegiatannya masing-masing dan mengacuhkan nenek renta itu. Lama, cukup lama si nenek menunggu di depan toko, tanpa hasil. Akhirnya ia pun pergi berlalu dan terus menyusuri jalan entah sampai dimana.

Itulah realita kehidupan saat ini. Kesulitan mencari uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari, kerap kali membutakan mata hati dan nurani. Bahkan untuk sekedar memberikan Rp.500,- atau Rp.1000,- pun pada seorang yang renta tak berdaya kita enggan. Merasa bahwasanya harta tersebut adalah hasil jerih payah kita, maka tidak berhak siapa pun memintanya dengan semudah itu. Padahal agama Islam yang sempurna ini kerap memerintahkan kita untuk selalu berbelas kasih kepada sesama yang membutuhkan.

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan”. QS. Ibrahim:31

Bahwasanya dengan sedikit berbagi, dengan memberi seribu rupiah itu tidak akan membuat seseorang menjadi hina dan jatuh miskin bukan?. Justru sebaliknya, Allah akan melipat-gandakan segala apa yang kita berikan. Yakinlah selalu pada janji-Nya.

“Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. Mujadilah: 13

Mari saling memberi dan berbagi. Sedikit yang mungkin tidak ada artinya bagi kita, bisa jadi sangat berarti dan berguna bagi orang lain yang membutuhkan.