عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh sangat menakjubkan keadaan seorang mukmin. Semua urusannya mengandung kebaikan. Dan hal itu tidak dimiliki oleh seorang pun kecuali oleh seorang mukmin. Jika diberi kelapangan, maka dia bersyukur. Dan itulah yang terbaik baginya. Dan jika ditimpa kesulitan, maka dia bersabar. Dan itulah yang terbaik baginya.” (HR Muslim)

Sabar adalah cahaya kehidupan sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim. Untuk bisa memiliki sifat sabar juga membutuhkan latihan (riyadloh). Barangsiapa yang berlatih sabar, maka Allah akan menganugerahkan mahkota kesabaran baginya (Muttafaqun ‘Alaih). Dan mahkota kesabaran tidak akan dimiliki kecuali oleh orang yang beriman (Muslim).

Sungguh, kita sangat membutuhkan perisai kesabaran dalam hidup ini. Sabar dalam menghadapi detik-detik akhir kehidupan seseorang yang kita cintai, yang kita sayangi, yang kita hormati. Sebagaimana sayyidah Fatimah ketika akan ditinggalkan oleh sang ayah yang sangat beliau cintai, Muhammad Rasulullah saw. Hanya perkataan yang menyejukkan dan menenangkan hati yang Rasulullah sampaikan kepada Fatimah, “Wahai anakku, sudahlah, setelah ini tidak akan lagi penderitaan yang menimpa ayahmu.” (HR Bukhari)

Juga kesabaran para sahabat dalam menghadapi realita yang menghanyutkan perasaan mereka, ketika merasa bahwa Rasulullah sang lokomotif dakwah akan menyerahkan segera estafeta perjuangan dakwah kepada mereka, untuk pergi untuk selamanya menghadap Rabbul ‘izzati.

Kesabaran juga sangat dibutuhkan oleh generasi muda Islam dalam mengemban agama tauhid. Dengan mencontoh apa yang ditampilkan oleh ghulaamud da’wah (Da’i Muda) yang harus melawan kedzaliman sang penguasa waktu itu, hingga dia harus menerima berbagai resiko yang mengancam kehidupannya. (HR Muslim)

Begitu juga kesabaran sangat dibutuhkan ketika salah satu dari anak-anak kita diambil oleh Allah swt. “Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang diambil buah hatinya, kemudian dia hanya mengharap balasan dari Allah, kecuali surga untuknya.” (HR Bukhari). Kesabaran juga sangat dibutuhkan ketika sebagian musibah menimpa apa saja yang sudah menjadi milik kita, atau menimpa jasad kita, meskipun hanya sekedar tertusuk duri. Semua akan membawa kebaikan bagi kita di dunia dan akhirat. Bahkan, jika kita menyadari ternyata kebaikan telah disediakan oleh Allah bagi orang yang bersabar dalam menghadapi musibah. (HR Bukhari)

Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani menerangkan kepada kita tentang keutamaan sabar dalam kitabnya Anwaa’us Shabri wa Majaalatihi fi Dlail Kitaab was Sunnah. Bahwa sabar memiliki beberapa keutamaan diantaranya:

1. Sabar Ibarat Kepala bagi Badan
Dapat dikatakan, bahwa tidak ada hidup tanpa kesabaran, sebagai-mana tidak ada badan yang tanpa kepala. Jika kepala lepas dari badan, maka itu artinya kematian. Oleh karena itu, Iman Ibnu Qayim mengatakan, ”Kedudukan sabar terhadap iman, ibarat kedudukan kepala terhadap badan. Maka tidak ada iman bagi orang yang tidak punya kesabaran, sebagaimana jasad juga tak berarti tanpa adanya kepala.” Jika dalam keimanan yang sifatnya masih individual dibutuhkan kesabar-an, maka dalam dakwah yang ruang lingkupnya lebih luas dan komplek sudah barang tentu sangat lebih dibutuhkan lagi.

2. Sabar Merupakan Salah Satu Empat Rukun Kebahagiaan.
Sebagaimana firman Allah swt., “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-‘Ashr:1-3).

3. Sabar Termasuk Akhlak Paling Agung
Kesabaran merupakan akhlak yang dibutuhkan oleh setiap muslim secara umum dan lebih khusus para da’i. Para ulama telah banyak menyinggung masalah pentingnya sabar dalam banyak risalah dan karya mereka.

4. Sabar Merupakan Pendekatan Diri kepada Allah yang Utama
Di dalam Al-Qur’an disebutkan, bahwa hanya kesabaranlah yang akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang tidak terhitung. Hal ini menunjukkan, bahwa ia merupakan amal yang sangat utama dan tinggi kedudukannya. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.” (Az-Zumar:10).

5. Kesabaran Meringankan Penderitaan
Setiap muslim pasti menghadapi tantangan dalam hidupnya. Maka dari itu ia harus bersenjatakan sabar. Karena sabar merupakan pedang yang tak pernah tumpul dan sinar yang tak kenal redup.

6. Sabar Adalah Sifat Para Nabi
Para nabi dan rasul alaihimussalam mendapatkan keselamatan, kesuksesan dan kekuatan dikarenakan sikap sabar mereka. Allah swt. berfirman, “Maka bersabarlah Kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.” (Ar Rum: 60)

Lukman al-Hakim, seorang yang telah diberikan hikmah oleh Allah, telah mewasiatkan kesabaran kepada anaknya, sebagaimana yang telah difirmankan Allah swt, “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Luqman:17).

7. Dengan Kesabaran Seorang Da’i Menjadi Teladan
Seorang muslim hendaknya menjadi teladan bagi masyarakatnya, sebagaimana ini merupakan salah satu sifat hamba yang ideal (Ibadur Rahman). Keteladanan dalam beragama tidak akan didapat, kecuali dengan bersabar. Karena Allah telah menetapkan, bahwa imamah (keteladanan) hanya didapati oleh mereka yang sabar dan yakin terhadap ayat-ayat Allah. Firman Allah swt, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (As-Sajdah:24) .

8. Sabar Menghantarkan Kepada Pertolongan Allah.
Hal ini tentunya bukan berarti dengan meninggalkan usaha, karena pertolongan dari Allah tidak mungkin tercapai dengan sendirinya tanpa melakukan sebab-sebab yang mengantarkan kepadanya. “Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (Ali Imraan:120).

Allah Swt. menceritakan perihal Nabi Yusuf, bahwasanya dia mendapatkan pertolongan dikarenakan kesabaran-nya. Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyianyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. (Yuusuf: 90).

9. Sabar Merupakan Kumpulan Berbagai Akhlak Luhur
Di dalam sabar termuat berbagai macam akhlak yang mulia, di antaranya adalah santun, lembut, ramah, pemaaf, toleran, lapang dada, adil, menyembunyikan aib orang dan lain sebagainya. Seorang da’i akan menghadapai orang yang memiliki berbagai macam karakter.

Ada yang banyak bertanya, sering membuat jengkel, malas, pembuat onar, menghadapi pertengkaran dan lain-lain, maka menghadapi masyarakat yang bermacam-macam dibutuhkan kesabaran yang tinggi.

10. Sabar adalah Separuh Iman
Sabar dan Syukur adalah inti keimanan, Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.” (Yuusuf: 5).

Nabi kita saw. telah menyifati seorang mukmin dengan sifat yang menakjubkan, sifat itu tidak akan didapati, kecuali pada seorang mukmin, yaitu, “Kalau mendapatkan kelapangan, maka ia bersyukur, yang demikian adalah baik baginya. Dan apabila ditimpa kesempitan, maka ia bersabar dan itu pun baik baginya juga.” (HR. Muslim).

11. Sabar Merupakan Sebab Untuk Meraih Kesempurnaan
Kesempurnaan iman hanya akan dapat diraih dengan kemauan keras dan keteguhan. Oleh karena itu, dalam sebuah riwayat disebutkan doa berikut, “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dari setiap urusan dan kemauan keras dalam meraih petunjuk.” Keteguhan dan kemauan yang keras tidak akan dapat berdiri dengan tegak, tanpa adanya pondasi kesabaran.

12. Kesabaran Merupakan Sarana Melatih Diri
Seorang muslim harus melatih diri untuk menjauhi perkara-perkara yang tidak selayaknya dilakukan olehnya seperti berkeluh kesah, bosan, patah semangat, terburu-buru, marah, takut, rakus, mendahulukan hawa nafsu dan lain-lain. Hanya dengan membiasakan bersikap sabar, ia akan mampu menjauhi semua itu. Sehingga ia dapat bersikap proporsional dan adil dalam berbagai permasalahan, mempertimbangkan sesuatu dengan matang dan dengan pemikiran yang jernih.

13. Sabar Mempunyai Kedudukan yang Tinggi
Di dalam beberapa firman Allah, sabar selalu bergandengan dengan sifat-sifat mulia yang lain, seperti yakin, syukur, tawakkal, shalat, tasbih dan istighfar, jihad, taqwa, al-haq, belas kasih dan sebagainya.

14. Kebaikan Dunia Akhirat Bagi Orang yang Sabar
Kebaikan bagi orang sabar, Allah beserta orang yang sabar. Allah mencintai orang yang sabar. Mendapatkan kesejahteraan dan rahmat dari Allah. Mendapatkan pertolongan, dijaga dari tipu daya musuh dan yang paling penting adalah ia berhak mendapatkan surga, sebagaimana firman Allah swt. , Artinya, “Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya”, (Al-Furqaan: 75).

Dengan demikian, jadikanlah sabar sebagai cahaya kehidupan kita. Ia akan membantu kita menerangi setiap lorong-lorong sempit dan jalan-jalan buntu yang kita lewati dalam mengarungi bahtera kehidupan yang begitu luas. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang sabar. Amiin

Oleh : Ust. Budiman Mustofa, Lc.

Sumber: http://fujamas.net

.