Anda merasa shalat anda tak lagi terasa menghapus gelisah?

atau tilawah tak lagi terasa indah?

atau anda mengalami kesulitan melangkah ketika ada panggilan dakwah?

 WASPADALAH!!!

mungkin sekarang Anda tengah mengalami gejala futur** yang akut. Bila gejala ini tak segera ditangani, futur dapat menyebabkan hati mudah terserang putus asa,dengki,virus merah jambu, bahkan kekufuran!

jadi harus gimana dong???

oh..jangan khawatir..

di sini kita akan membahas tips2 untuk mengatasi gejala kefuturan

 1.Kekuatan ruhiyah / spiritualitas

Kekuatan ruhiyah seseorang layaknya seekor burung yang sedang melintasi hutan. Jika burung itu terbang tinggi, ia bisa melihat dengan jelas hutan yang tengah ia lintasi,namun jika ia terbang rendah ia akan mudah tersangkut dan terhambat oleh ranting-ranting dan dahan pohon. Ketika kekuatan ruhiyah kita tinggi,kita akan lebih jernih dan jelas menatap setiap masalah dan kita tak akan terjebak dan terseok oleh masalah2 yang sebenarnya sepele.

Selain itu burung yang terbang tinggi akan semakin jelas menatap akhir dari perjalanannya sehingga ia tak akan mudah terbelokkan. Begitu juga kekuatan ruhiyah kita,ketika ia tinggi kita akan jelas melihat surga atau neraka di ujung perjalanan hidup kita. Kita akan semangat melakukan kebajikan karena kita merasa surga begitu dekat,selain itu kita jga akan sangat berusaha menghindari maksiat karena kita tahu betul hal itu akan membuat neraka mendekat.

 2. Mendekati orang-orang yang bersemangat

Ketika bersama-sama dengan orang yang bersemangat dalam beriadah kita akan terbawa menjadi bersemangat pula. Selain itu orang-orang yang seperti itu juga biasanya akan mengingatkan kita untuk selalu berbuat kebaikan dan menghindari maksiat.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “(Agama) seseorang (dikenal) dari agama temannya maka perhatikanlah siapa temanmu.” (As Shahihah 927)

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (Qs. al-Kahfi: 28)

3.Jaga Kesimbangan

Ketika kita mengalami kefuturan mungkin ada ketidakseimbangan antara jasadiyah,fikriyah, dan ruhiyah kita. Ada satu bagian yang terlalu divorsir namun di sisi lain ada bagian yang kebutuhannya diabaikan. Mungkin karena terlalu sibuk kuliah kita jadi lupa berolahraga,atau karena terlalu menghabiskan waktu untuk kesenangan yang sifatnya duniawi kita jadi lupa untuk beramal dan menuntut ilmu untuk kepentingan akhirat. Jadi seimbangkanlah kebutuhan ketiganya (jasadiyah,fikriyah,ruhiyah)

4. Bebaskan diri dari masa depan

Maksudnya apa nih ? jadi punya visi itu salah? Tentu saja tidak, visi hidup sangatlah penting. Namun ketika kita terpaku pada masa depan kita seringkali melupakan masa sekarang dan terjebak oleh angan-angan semu,padahal masa sekaranglah tempat kita benar-benar bisa beramal. Bebaskan diri dari masa depan, Nikmati dan syukuri hari ini dengan terus beramal yang terbaik karena mungkin inilah hari terakhir yang kita miliki.

saat manusia bosan menjadi anak-anak,mereka tergesa-gesa tumbuh dewasa,tapi kemudian mereka menjadi anak-anak kembali.

saat manusia kehilangan kesehatan untuk mencari uang,tapi kemudian mereka harus kehilangan uang untuk mendapat kesehatan.

saat manusia mencemaskan masa depan,mereka melupakan masa sekarang,dengan begitu mereka tak hidup di masa sekarang maupun di masa depan.

saat manusia hidup dan merasa seolah tak akan mati,tapi ketika mati mereka merasa seolah tak pernah hidup

5. Berorientasi pada orang lain

Jadilah orang yang merasa terkesan pada orang lain bukan orang yang berusaha membuat orang lain terkesan. Dengan begini kita kan merasakan kekaguman dan keajaiban pada setiap kejadian di hari-hari kita,meskipun terkadang hal tersebut hanyalah hal sepele yang biasa. Menemukan hal-hal yang baru yang mengagumkan akan membuat kita lebih bersemangat.

6. Sibukkan diri dengan hal-hal penting

Kesibukkan akan menghindarkan kita dari kelalaian,dan jika kita tidak disibukkan oleh hal-hal penting maka kita akan disibukkan oleh masalah-masalah tidak penting.

Rasulullah Salallahu alaihi wassalam pun telah memberikan kita cara menghadapi kefuturan

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami ke-futur-an (keloyoan). Maka barang siapa yangpada masa futur-nya (kembali) kepada sunnahku, maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada selain itu, maka…berarti ia telah celaka.” (HR Imam Ahmad)

wallahu a`lam bishowab

**Futur. Sebuah istilah yang menggambarkan kondisi ruhiyyah seseorang yang sedang menurun. Atau dengan istilah yang lebih sederhana, futur ialah “penurunan semangat beribadah.”

Taken from:: Keluarga Mahasiswa Islam ( GAMAIS ) ITB message