Bagian 3

Presentasi dari BK FSLDK Peduli Nasional (Oleh kang Aroel)

Sahabat sekalian tahukan kalian bahwa tindakan bencana itu tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi? Ternyata disana ada 3 pembagian wiayah kerja juga, yaitu: pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana… sebagai seorang mahasiswa peduli kita dapat masuk dalam rahan manapun yang kita inginkan, baik pra, saat ataupun paska bencana sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang kita miliki…

Sebagai seorang mahasiswa kita sedapat mungkin menuangkan ide kreatif, inovatif untuk membangun daerah-daerah yang terkena bencana. Sumua itu merupakan keharusan dan wujudkan peran serta mahasiswa untuk membantu saudara kita yang menjadi korban bencana. Kewajiban ini telah tertulis dalam undang-undang pendidikan nasional No. 23 tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengedalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dari undang-undang tersebut kita dapat memaknai bahwasanya tujuan pendidikan agar peserta didik dapat memberikan manfaat dalam suatu masyarakat. Ditengah masyarakat yang kini mengalami musibah kita harus dapat memberikan sumbangsih kita sesuai bidang yang kita dalami di perguruan tinggi.

Seorang mahasiswa mempuanyai peran yang strategis dalam hal kebencaan, mengingat mahasiswa secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu sebagai penyampai kebenaran (agent of social control), sebagai agen perubahan (agent of change), dan sebagai generasi penerus masa depan (iron stock). Mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan kebenaran-benaran ketika kejahatan dan kebohongan merajalela. Kebohongan para pejabat pemerintah harus dapat dibongkar dan menunjukkan kebenaran yang sejatinya.

Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of change, dimana dapat memberikan perubahan bagi bangsa ini. Tak sekedar demonstrasi, turun kejalan, meneriakkan kebenaran, namun kini yang terpenting mampu memberikan kontribusi yang nyata ketika saudara setanah air mendapatkan musibah. Memang perlu demonstrasi untuk menggugat pemerintah, menagih janji-janji madunya kepada rakyat, namun banyak di sudut negeri ini saudara kita yang membutuhkan bantuan. Perubahan yang mampu mengantarkan mereka bangkit dari kerterpurukan akibat bencana.

Sebagai generasi penerus masa depan mahasiswa diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan meneruskan perjuangan para pahlawan. Salah satu cita-cita bangsa ini adalah menjadi bangsa yang makmur bebas dari segala bentuk penjajahan. Ditengah bencana yang melanda negeri ini mahasiswa diharapkan mampu peran aktif dalam pembangunan kembali daerah yang terkena bencana.

Sebagai wujud bakti BK FSLDK untuk bergerak membangun negeri, ada banyak hal telah dilaksanakan, yaitu: Kuliah Kerja Dakwah (KKD) terjun langsing dalam recovery bencana, penggalangan dana, rekruitmen dan pengelolaan relawan melalui Disaster Manajemen Training (DMT), pembangunan insfrastrustur pedesaan, TPA Camp, sekolah ceria, Outbond, Santunan, tebar hewan korban, pembuatan dusun binaan, dsb..

kembali ke Bagian 1, Bagian 2