Allah s.w.t. berfirman dal Qs. Al Ahzab ayat 35, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Qs. Al Ahzab: 35)

Adapun kriteria wanita idaman Allah dan Rasul-Nya secara jelas sebagai berikut:

  • Pertama: Al Muslimaat (Wanita Yang Patuh dan Tunduk Kepada Allah)

Allah s.w.t. menempatkan kriteria pertama wanita yang diidamkan oleh-Nya dan Rasul-Nya adalah muslimah yaitu wanita yang memiliki kepatuhan diri secara utuh kepada Allah s.w.t., dan berupaya keras (mujahadah) dalam mempertahankan keIslamannya.

  • Kedua : Al Mu`minaat (Wanita Yang Beriman)

Keimanan merupakan barometer kualitas keIslaman melalui pelaksanaan ibadah individual dan ibadah social dalam kehidupan nyata. Iman adalah wadah, dan amal adalah isinya, sehingga seseorang akan diberikan predikat Islam, Iman, fasiq, dan munafik sesuai kepada isi wadah keimanan.

Kalau kita ibaratkan iman dengan piring maka amal adalah isinya, dan piring akan disebut sesuai dengan isinya, jika piring itu diisi nasi maka disebut sepiring nasi, jika diisi dengan ubi maka disebut sepiring ubi, jika diisi dengan kacang maka disebut sepiring kacang, apapun bahan dasar piring tersebut dari kaca, keramik, atau Kristal maka ia tetap disebut sesuai dengan isinya.
Oleh karena itu, seorang wanita yang menjadi idaman Allah s.w.t. senantiasa mengutamakan isi daripada penampilan luar, ia selalu disibukkan melakukan amal kebaikan daripada mendandani diri dengan make up.

  • Ketiga: Al Qaanitaat (Wanita Ahli Ibadah)

Kata ‘qaanitat’ berasal dari kata ‘qanata yaqnutu qunuutan’ yang artinya taat. Sedangkan menurut imam Qusyairi dalam tafsirnya berpendapat bahwa kata ‘qunuut’ Artinya ‘thuulul ‘ibadah’ (lama beribadah).

  • Keempat: Ash-Shadiqaat (Wanita Yang Jujur)

Yaitu wanita yang membiasakan kejujuran lisan, kejujuran hati, kejujuran tindakan dan kejujuran sikap sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Refleksi jujur harus disertai dengan sikap pembenaran terhadap perkataan yang dilontarkan atau perbuatan yang dilakukan, karena perkataan yang tidak disertai pembenaran adalah kebohongan, dan perbuatan yang tidak disertai pembenaran adalah kekufuran.

  • Kelima: Ash-Shaabiraat (Wanita Yang Sabar Dan Pejuang)

Kesabaran terbagi menjadi 3 (tiga) hal: pertama, Kesabaran dalam menjalankan perintah Allah yaitu sabar dengan tidak mengungkit-ungkit kebaikan yang dilakukan dan ketika mendapatkan rintangan, ujian, dan cobaan dalam menjalankan ajaran. Kedua, kesabaran dalam meninggalkan larangan Allah s.w.t. yaitu menahan diri berbuat dosa dan kejahatan meskipun sesuai dengan keinginan hawa nafsu tetapi bertentangan dengan keinginan Allah s.w.t. Ketiga, sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan kehidupan. Namun inti dari kesabaran yaitu upaya mempertahankan keimanan agar tidak melemah akibat dosa dan tidak hilang akibat ujian.

  • Keenam: Al Khasyi’aat (Wanita Yang Khusyu’)

Khusyu’ menurut bahasa berarti diam dan tenang. Dalam membaca Al Qur’an adalah keasyikan jiwa yang disertai penjiwaan terhadap kandungan ayat, sehingga ia terlelap dalam lantunan qira`ah dan tadabbur Al Qur’an serta merasakan desiran ombak yang menghujam ke jiwanya.

  • Ketujuh: Ash-Mutashaddiqaat (Wanita Yang Gemar Bershadaqah)

Bershadaqah merupakan salah satu perhiasan rumah tangga yang dilestarikan dalam rumah tangga muslim, karena shadaqah akan menarik cinta Allah, cinta para malaikat dan cinta manusia. Rumah yang dihiasi shadaqah senantiasa dipenuhi dengan naungan perlindungan Allah, keberkahan dari-Nya, dan menambah keharmonisan rumah tangga.

  • Kedelapan : Ash-Shaa`imaat (Wanita Yang Gemar Berpuasa)

Menurut Imam Baidhawi dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud dengan puasa disini adalah puasa wajib yaitu puasa di bulan Ramadhan. Alasannya, karena pelaksaan puasa sunnah bagi wanita yang sudah menikah amat bergantung kepada idzin suami sehingga konteks kata ash-shaa`imaat disini adalah puasa wajib.

  • Kesembilan: Al Hafizhaat (Wanita Yang Menjaga Kehormatan)

Kemampuan menjaga kehormatan diri dari perbuatan haram merupakan karunia besar dan nikmat dari Dzat Yang Maha Mulia. Ketahuilah, bahwa kemuliaan seorang wanita diukur dari sejauh mana ia menjaga kehormatan dirinya melalui cara berbusana, cara bertutur kata, cara berjalan dan lain sebagainya.

  • Kesepuluh: Adz-Dzaakiraat (Wanita Yang Banyak Berdzikir)

Dzikir adalah ibadah tiap waktu dan tiap tempat, bahkan tatkala seseorang mengadukan problem maksiat dan tidak mampu untuk istiqamah, maka jawabannya: “ingatlah Allah”.Dzikir dalam rumah tangga adalah bahan bangunan yang akan mengokohkan bangunan rumah tangga penuh dengan nuansa sakinah, mawaddah dan rahmah, jika bahan bangunan tersebut terkikis akibat berhentinya dzikir maka sirnalah keharmonisan rumah tangga.

Itulah 10 (sepuluh) kriteria yang menuntun kaum wanita dan para isteri untuk menjadi idaman Allah s.w.t. dan Rasul-Nya dengan menanamkan semua kriteria tersebut dalam wadah keimanan. Semua itu adalah perhiasan sesungguhnya bagi kaum wanita, perhiasan yang menjanjikan kecantikan lahir dan bathin dan kelak akan ditukarkan dengan perhiasan yang disiapkan Allah s.w.t. di surga. Siapa yang tidak menggunakan perhiasan ini di dunia, kelak ia tidak akan mengenakan perhiasan di surga kelak. Jadilah wanita idaman Allah s.w.t dan Rasul-Nya.

Allahumma Ihdinash shiraathal mustaqiim