Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di daerah pinggiran Kabupaten Bogor. Di daerah saya banyak sekali mobil-mobil truk yang lewat, dan tidak sedikit pada bagian belakang truk selalu menampilkan gambar-gambar wanita yang tidak layak untuk dilihat, apalagi oleh anak-anak.

Saya selalu termenung dan geram kalau melihat hal demikian, dan saya selalu berfikir, bagaimana caranya mengubah perilaku supir atau pemilik truk, sehingga tidak lagi memamerkan gambar yang tidak layak di belakang truk nya lagi.

Sempat…. Ramadhan kemarin saya terbetik dalam hati untuk membuat perubahan dengan cara menghentikan truk dan mencoba untuk selalu membawa cat pilox, yang berfungsi untuk menghapus gambar-gambar tersebut. Soalnya nanti kalau ditanya, ini kan momen Ramadhan, bulan suci, harus bersih dari berbagai macam maksiat, tak terkecuali gambar-gambar yang ada di belakang truk.

Tapi… apa daya, itu hanya keinginan sesaat, karena terkalahkan dengan pikiran-pikiran yang lain, “Bagaimana kalau mereka marah? Bagaimana kalau mereka berbuat tidak senonoh pada saya…?” Bagaimana? dll… yaah.., kalau sudah begitu akhirnya, batal untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Sebelumnya pernah berdiskusi dengan suami. Suami bilang, kerjakan saja dulu, Insya Allah, Allah akan menolong…., tapi ketakutanku masih saja menggelayut di hatiku. Masih belum ada keberanian.

Hingga akhirnya sekitar bulan Oktober yang lalu, sepulang dari pasar….. Dalam perjalanan pulang dengan mengendarai motor yamaha ku, tiba-tiba truk ukuran sedang melintas di hadapanku… di situ jelas terlihat gambar wanita ¾ telanjang!!!
Astaghfirullah…. saya marah dan geram melihatnya…!!
Mata saya punya hak untuk melihat hal-hal yang baik..!!
Mata muslimin dan muslimah punya hak untuk melihat hal-hal yang baik!!
Mata anak-anak punyaku hak untuk melihat hal-hal yang baik…!!
Tapi… kenapa harus dipaksakan untuk melihat hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah??!…
Sementara penglihatan kita akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah?
Astaghfirullaahal’adziim.

Kebetulan jalanan yang saya lewati bukan jalan besar, dan banyak “polisi tidur”nya…., sehingga… BISMILLAAH, saya bertekad untuk menyalip truk itu dengan maksud akan menghentikan truk itu…
Tapi apa daya… setelah berhasil melewati truk itu… dan bersiap-bersiap mau menghentikan truk…. situasinya berubah…. selain perasaan saya masih berkecamuk…, kaca helm saya juga longgar, sehingga tidak begitu konsentrasi …, ditambah juga , suasana jalan yang tidak memungkinkan… dikhawatirkan macet kalau truk harus berhenti…..

Yah…. akhirnya, truk tersebut bisa melewati saya dengan manisnya……

Saya menangis ketika saya tidak punya keberanian untuk itu dan membiarkan kan truk itu lewat.
Akhirnya dalam diam. Saya mohon kekuatan pada Allah untuk bisa melakukannya, BISMILLAAH…., akhirnya saya coba bangkit lagi, dan berusaha tenang…, sehingga saya coba untuk menyalip truk itu…., dan alhamdulillah kebetulan waktu itu melewati jalanan yang cukup lebar, di depan sebuah perumahan. Sehingga bisa dengan leluasa truk untuk berhenti, tanpa harus mengganggu kendaraan yang di belakangnya untuk lewat.

Akhirnya saya coba hentikan truk, dengan mengacungkan telunjuk tinggi-tinggi, berharap supir dapat melihatnya.
Alhamdulillah mereka melihat, dan berhenti persis di depan motor saya. Saya segera turun, tidak lama seorang teman supir itupun turun, dan segera bertanya maksud saya memberhentikan mereka.
Dengan sedikit gemetar saya jelaskan bahwa gambar tersebut tidak layak untuk dipamerkan, dan saya mohon nanti untuk segera dihapusnya.

Setelah saya tau dia muslim (setelah saya bertanya tentang agamanya), saya katakan, “kita hidup tidak akan lama, semua perbuatan kita akan diminta pertanggungan jawaban oleh Allah”. “Kamu tau?, setiap seribu orang yang melihat gambar itu, dan seribu orang itu berdosa, dan seribu dosanya itu akan ditimpakan pada orang yang menggambar, dan pemilik truk itu! Orang itu cuma manggut-manggut. Akhirnya dia berterimakasih kepada saya, dan langsung naik kembali ke dalam truk nya.. Semoga Allah memberi hidayah pada mereka. Amin.
Setelah mereka pergi, Alhamdulillah saya lega sekali. Semoga Allah mencatat usaha saya.
Walaupun sampai sekarang masih tetap berfikir, bagaimana solusinya untuk masalah ini?
Mungkinkah saya harus memiliki izin resmi dari MUI, agar aksi ini legal dan bisa dipertanggungjawabkan?

Mungkin saya harus bekerja sama dengan yayasan-yayasan muslim atau LSM, untuk bisa menggalang dana, yang nantinya dialokasikan untuk para supir truk yang menampilkan gambar yang mendidik atau tulisan-tulisan yang membangun di belakang truk nya, akan diberi bingkisan misalnya buku-buku rohani, sarung, sajadah atau lainnya? Yang sifatnya memotivasi mereka?
Mungkinkah harus bekerja sama dengan Dephub, yang biasanya saya lihat mereka selalu menghentikan dan memeriksa truk-truk atau mobil yang bermuatan barang?

Entah lah… ini hanya sebuah mimpi dan cita-cita kecil yang sederhana dari seorang ibu yang sederhana pula, untuk mencoba membuat perubahan kecil dan sederhana. Semoga sidang pembaca dakwatuna punya solusi yang lain?… Wallahu a’lam.