fokus1.      Merujuk pada tujuan akhir berarti memulai dengan pengertian yang jelas tentang tujuan anda.  Hal ini berarti mengetahui kemana anda akan pergi sehingga anda sebaiknya mengerti dimana anda berada sekarang dan dengan begitu anda tahu bahwa langkah-langkah yang anda ambil selalu berada pada arah yang benar.

2.      Merujuk pada tujuan akhir didasarkan pada prinsip bahwa segalanya diciptakan dua kali.  Ada ciptaan mental atau pertama, dan ciptaan fisik atau kedua.  Kaidah merujuk pada tujuan akhir ini menghendaki penetapan tujuan (goal setting) yang komprehensif sehingga kita mendapatkan visi menyeluruh tentang arah perjalanan kita.

3.      Penulisan ulang naskah mengacu pada kesediaan kita untuk melakukan penelaahan secara terus menerus atas sebagian paradigma dasar kita yang sudah tidak efektif dengan mengacu pada anugerah ilahi berupa imajinasi dan suara hati kita, sehingga paradigma yang mengalirkan perilaku dan sikap sesuai dengan nilai-nilai yang paling dalam dan selaras dengan prinsip-prinsip yang benar.  (ESQ = sesuai dengan anggukan universal).

4.      Salah satu cara paling efektif untuk kaidah merujuk pada tujuan akhir ini adalah dengan mengembangkan pernyataan misi pribadi atau filosofi atau syahadat.  Pernyataan ini berfokus pada ingin menjadi apakah anda (karakter) dan apakah yang anda ingin lakukan (kontribusi dan pencapaian) serta pada nilai atau prinsip yang menjadi dasar untuk menjadi dan melakukan sesuatu.

5.      Karena masing-masing individu unik, suatu pernyataan misi pribadi akan mencerminkan keunikan itu, baik dalam isi maupun bentuk.  Contoh berikut adalah pernyataan misi pribadi Rolf Kerr.

 Berhasillah di rumah terlebih dahulu.

Cari dan layakkan diri untuk mendapatkan pertolongan ilahi

Jangan pernah berkompromi dengan kejujuran.

Ingatlah pada orang-orang yang terlibat.

Dengarlah kedua belah pihak sebelum memutuskan.

Dapatkan nasihat dari orang lain.

Belalah mereka yang tidak hadir.

Tuluslah, tetapi sekaligus tegas.

Kembangkan satu kecakapan baru setiap tahun.

Rencanakan kerja untuk esok, hari ini.

Desakalah sewaktu menunggu.

Pertahankan sikap yang positif.

Pertahankan rasa humor.

Jadilah pribadi dan pekerja yang teratur.

Jangan takut berbuat kesalahan – takuti hanya ketiadaan respons yang kreatif, konstruktif, dan korektif terhadap kesalahan tersebut.

Sokong keberhasilan bawahan.

Dengarkanlah dua kali lebih banyak daripada berbicara.

Berkonsentrasilah pada semua kemampuan dan usaha pada tugas yang sedang dihadapi, jangan khawatir tentang pekerjaan atau promosi berikutnya.

Seorang wanita yang berusaha menyeimbangkan nilai-nilai keluarga dan kerja mengekspresikan pengertian tentang misi pribadinya dengan cara yang berbeda:

Saya akan berusaha mengimbangkan karier dan keluarga sebaik mungkin karena keduanya penting bagi saya.

Rumah saya akan menjadi tempat di mana saya dan anggota keluarga, teman-teman, dan para tamu saya menemukan kesenangan, penghiburan, kedamaian, dan kebahagiaan.  Saya juga akan berusaha menciptakan lingkungan yang besih dan rapi, tetapi enak didiami dan nyaman.  Saya akan bertindak bijaksana dalam memilih apa yang kami makan, baca, lihat, dan kerjakan di rumah.  Saya khususnya ingin mengajar anak-anak saya untuk mengasihi, belajar, dan tertawa – dan bekerja dan mengembangkan bakat-bakat unik mereka.

Saya menghargai hak, kebebasan, dan tanggung jawab dari masyarakat kita yang demokratis.  Saya akan menjadi warga negara yang peduli dan memiliki informasi, yang terlibat dalam proses politik untuk memastikan suara saya didengar dan hak pilih saya dihitung.

Saya akan menjadi individu yang berinisiatif dalam mencapai cita-cita hidup saya.  Saya akan bertindak berdasarkan situasi dan peluang, dan bukan menjadi sasaran tindakan.

Saya akan selalu berusaha membuat diri saya bebas dari kecanduan dan kebiasaan yang merusak.  Saya akan mengembangkan kebiasaan yang membebaskan saya dari predikat dan keterbatasan lama serta meluaskan kemampuan dan pilihan saya.

Uang saya akan menjadi pelayan, bukan majikan saya.  Saya akan selalu mengusahakan kemandirian finansial.  Keinginan saya akan ditundukkan oleh kebutuhan dan sarana saya.  Kecuali untuk kredit rumah dan mobil, saya akan berusaha agar tetap bebas dari hutang barang-barang konsumsi.  Saya akan membelanjakan uang lebih sedikit dari yang saya peroleh dan secara teratur menabung serta menginvestasikan sebagian penghasilan saya.

Selain itu saya akan menggunakan uang dan bakat yang saya miliki untuk membuat hidup ini lebih menyenangkan bagi orang lain melalui pelayanan dan pemberian amal.

 6.      Untuk menulis pernyataan misi pribadi kita harus memulai dari titik paling pusat dari Lingkaran Pengaruh kita, pusat yang terdiri atas paradigma kita yang paling mendasar, lensa yang kita gunakan untuk melihat dunia.  Apapun yang ada di pusat kehidupan kita akan menjadi sumber dari rasa aman, pedoman, kebijaksanaan, dan daya kita.

Rasa aman menggambarkan perasaan diri berguna, identitas anda, jangkar emosional anda, harga diri anda, kuat atau tidaknya kekuatan pribadi yang mendasar.  Pedoman berarti sumber arah hidup anda.  Yang tercakup pada peta anda, kerangka acuan internal anda yang menafsirkan apa yang terjadi di luar sana, merupakan standar atau prinsip atau kriteria implisit yang mengatur pengambilan keputusan dan pelaksanaan saat demi saat.  Kebijaksanaan adalah perspektif hidup anda, rasa keseimbangan anda, pengertian anda tentang bagaimana pelbagai bagian dan prinsip berlaku dan berhubungan satu sama lain.  Kebijaksanaan meliputi penilaian, ketajaman pandangan, pemahaman.  Kebijaksanaan adalah sebuah gestalt atau kesatuan, suatu keutuhan yang terpadu.  Daya adalah kemampuan atau kapasitas untuk bertindak, kekuatan dan potensi untuk mencapai sesuatu.  Daya adalah energi vital untuk membuat pilihan dan keputusan.  Daya juga mencakup kapasitas untuk mengatasi kebiasaan yang sudah tertanam dalam dan mengusahakan kebiasaan yang lebih tinggi dan lebih efektif.

7.      Terdapat berbagai pusat Lingkaran Pengaruh, namun berpusat pada prinsip memberikan kepada kita fondasi kokoh untuk pengembangan keempat faktor penunjang kehidupan di atas.  Prinsip selalu memiliki konsekuensi wajar yang melekat padanya.  Ada konsekuensi positif ketika kita hidup selaras dengan prinsip tersebut.  Ada konsekuensi negatif jika kita mengabaikannya.  Akan tetapi karena prinsip ini berlaku pada semua orang, entah disadari atau tidak, keterbatasan ini bersifat universal.  Dan semakin banyak kita tahu tentang prinsip yang benar, semakin besar kebebasan pribadi kita untuk bertindak dengan bijaksana.  Dengan memusatkan perhatian kita pada prinsip yang berubah dan tanpa batas waktu, kita menciptkan paradigma mendasar tentang hidup yang efektif.  Pusat inilah yang menempatkan semua pusat lain pada perspektifnya.

 8.      Menulis dan Menggunakan Pernyataan Misi Pribadi.  Frankl (Victor Frankl) mengatakan kita mendeteksi, bukan menciptakan misi kita dalam hidup.  Masing-masing kita mempunyai sebuah monitor atau indera internal, suara hati, yang memberi kita kesadaran tentang keunikan kita sendiri dan kontribusi tunggal yang dapat kita berikan.  Dalam usaha memberikan ekspresi verbal pada keunikan tersebut, kita kembali diingatkan pentingnya proaktivitas dan bekerja di dalam Lingkaran Pengaruh kita.  Mencari makna abstrak dari hidup di Lingkaran Kepedulian sama dengan melepaskan tanggung jawab proaktivitas kita, sehingga melepaskan ciptaan pertama kita ke tangan keadaan dan orang lain.  Sebagai orang yang proaktif, kita dapat memulai dengan memberi ekspresi pada cita-cita kita nantinya dan pada apa yang ingin kita kerjakan dalam hidup kita.   Kita dapat menulis sebuah pernyataan misi pribadi atau konstitusi pribadi.

9.      Gunakan kedua belahan otak untuk menciptakan misi pribadi.  Belahan kiri melakukan bagian yang logis/verbal, dan belahan kanan adalah bagian yang lebih intuitif dan kreatif.  Dua cara dalam menyadap otak kanan adalah dengan meluaskan perpektif dan dengan visualisasi dan afirmasi.  Meluaskan perspektif: gunakan kekuatan imajinasi.  Anda dapat mencoba menggambarkan pemakaman anda sendiri.  Tulislah eulogi (pujian bagi orang yang sudah meninggal) anda sendiri.  Bayangkan saat ketika anda wisuda.  Apa rencana anda setelah wisuda?  Apakah anda akan segera terjun ke karier?  Luaskan pikiran anda.  Visualisasikan dalam rincian yang kaya.  Libatkan sebanyak mungkin emosi dan perasaan.  Libatkan sebanyak mungkin indera anda.  Visualisasi dan afirmasi:  afirmasi atau penegasan yang baik memiliki lima bahan dasar: pribadi, positif, kala sekarang, dan emosional.  Contoh: “Sangat menyenangkan (emosional) bahwa saya (pribadi) berespon (kala sekarang) dengan kebijaksanaan, kasih, ketegasan, dan kendali diri (positif) ketika anak-anak saya berkelakuan buruk.”  Salah satu hal utama yang diperlihatkan dari penelitian Dr. Charles Garfield tentang orang-orang yang berprestasi puncak adalah bahwa hampir semua atlet kelas dunia dan orang-orang yang berprestasi lain adalah bahwa mereka suka melakukan visualisasi.  Mereka melihatnya; mereka merasakannya; mereka mengalaminya sebelum mereka benar-benar melaksanakannya.  Mereka memulai dengan tujuan akhir.

10.  Pernyataan misi akan menjadi jauh lebih seimbang dan jauh lebih mudah dikerjakan jika anda merincinya menjadi peran-peran yang spesifik pada hidup anda dan sasaran-sasaran yang ingin anda capai pada masing-masing peran.  Contoh adalah gagasan tentang peran dan sasaran seorang eksekutif atas pernyataan misi berikut:

 Misi saya adalah untuk hidup dengan integritas dan membuat perbedaan bagi orang lain.

Untuk memenuhi misi ini:

Saya berbuat amal: Saya mencari dan mengasihi orang lain – tiap orang – lepas dari situasinya.

Saya berkorban: Saya mencurahkan waktu, bakat, dan sumber daya saya untuk misi saya.

Saya membangkitkan semangat: Saya mengajar melalui contoh bahwa kita semua adalah makhluk Tuhan dan bahwa setiap masalah merupakan ujian sekaligus anugerah Tuhan.

Saya menimbulkan dampak: Apa yang saya kerjakan membuat perbedaan pada hidup orang lain.

Peran-peran berikut ini merupakan prioritas dalam mencapai misi saya:

Suami – Pasangan saya adalah orang terpenting dalam hidup saya.  Bersama-sama kami menyokong buah-buah dari keselarasan, kerajinan, amal, hemat.

Ayah – Saya membantu anak-anak saya mengalami suka cita yang lebih besar dalam hidup mereka.

Putra/Saudara – Saya selalu siap untuk menyokong dan mengasihi.

Orang Islam – Saya berusaha untuk memenuhi janji dan kewajiban saya terhadap Tuhan dan bahu membahu dengan saudara-saudara Islam saya untuk kehidupan dan kesejahteraan.

Tetangga – Cinta dan kasih sayang dapat dilihat melalui perbuatan saya terhadap orang lain.

Agen Perubahan – Saya seorang katalisator untuk pengembangan prestasi tinggi dalam organisasi besar.

Pelajar – Saya belajar hal-hal baru yang penting setiap hari.

Oleh: TIM AMT UNS