1. Dalam interaksi terdapat enam alternatif paradigma alternatif: menang/menang; menang/kalah; kalah/menang; kalah/kalah; menang; menang/menang atau tidak sama sekali.
  2. Terdapat lima dimensi dari berpikir menang – menang:
  • Karakter: karakter adalah dasar dari menang – menang, dan semua yang lain dibangun di atas dasar itu.  Ada tiga ciri karakter yang esensial untuk paradigma menang/menang: integritas (nilai yang kita tempatkan pada diri), kematangan (keseimbangan antara keberanian dan tenggang rasa), dan mentalitas kelimpahan (paradigma bahwa ada banyak di luar sana untuk semua orang).
  • Hubungan:  Dari dasar karakter, kita membangun dan memelihara hubungan Menang/Menang.  Kepercayaan, Rekening Bank Emosi, adalah intisari dari Menang/Menang.  Hubungan dimana rekening bank emosi tinggi pada kedua belah pihak merupakan batu loncatan yang ideal untuk sinergi yang hebat.
  • Kesepakatan:  Dari hubungan mengalir kesepakatan yang memberi definisi dan arah bagi menang/Menang.  Ia kadang disebut kesepakatan kinerja (performance agreement) atau kesepakatan kemitraan (partnership agreement), perubahan paradigma interaksi produktif dari vertikal menjadi horizontal, dari penyeliaan yang mengintai menjadi penyeliaan sendiri, dan pengaturan posisi menjadi mitra dalam keberhasilan.  Dalam kesepakatan menang/menang, kelima elemen berikut ini dibuat sangat eksplisit: hasil yang diinginkan, patokan, sumber daya, akuntabilitas, konsekuensi.
  • Sistem:  menang/menang hanya dapat bertahan di dalam organisasi jia sistem organisasi tersebut mendukungnya.  Jika anda berbicara menang/menang tetapi memberi ganjaran untuk menang/kalah, maka yang ada di tangan adalah program yang gagal.
  • Proses:  kembangkan proses empat langkah untuk mencari solusi menang/menang.

Pertama, lihat masalahnya dari sudut pandang pihak lain.  Usahakan benar-benar untuk mengerti dan memberikan ungkapan akan kebutuhan dan kepedulian akan pihak lain sebaik atau lebih baik daripada yang dapat mereka lakukan sendiri.

Kedua, kenali persoalan dan keprihatianan pokoknya (bukan posisi) yang terlibat.

Ketiga, tentukan hasil apa yang akan merupakan solusi yang dapat diterima sepenuhnya.

Keempat, kenali pilihan-pilihan baru yang mungkin diambil untuk mencapai hasil-hasil itu.

  1. Kombinasi dari kesalingtergantungan dan perbedaan pandangan; hal itulah yang menyebabkan tidak mungkin bagi sebuah hubungan terbebas dari konflik.  Konflik kepentingan (conflict of interests): keinginan (want), kebutuhan (needs), tujuan (goals) dan kepentingan (interests).  Konflik kepentingan muncul ketika langkah seseorang untuk menggapai tujuannya terhalang oleh langkah orang lain yang juga ingin menggapai tujuannya sendiri.  Contoh: want to date the same person.
  2. Memecahkan konflik kepentingan membutuhkan negosiasi.  Negosiasi merupakan suatu proses di mana beberapa orang yang memiliki kepentingan yang saling bersesuaian dan saling berlawanan meinginginkan terjadinya persetujuan mencoba untuk mencari penyelesaian.

Dua hal utama yang harus diperhitungkan dalam menangani konflik:

  1. Mendapatkan persetujuan yang memenuhi kebutuhan dan tujuan setiap orang.
  2. Menjalin hubungan dengan orang lain.

Lima strategi dasar yang digunakan untuk menangani konflik:

  1. Kura-kura (withdrawing):  berhadapan dengan orang asing dalam sikap yang bermusuhan, withdrawing (menarik diri) dari konflik hingga anda dan orang lain telah calm down, dan mampu mengontrol emosi.
  2. Hiu (forcing):  ketika sedang tawar menawar barang di pasar.  Jangan menggunakan strategi ini dengan orang yang akan sering berhubungan dengan anda.  Anda bisa dicap sebagai selfish.
  3. Panda (smoothing):  gunakan strategi ini bila anda merasa bahwa tujuan anda tidak terlalu penting sedangkan hubungan merupakan hal yang sangat penting.  Saat smoothing ini lakukan dengan humor.  Ungkapkan dengan menyenangkan.  Ingat, mengatakan maaf bukan berarti “saya bersalah”.  Mengalah bukan berarti anda kalah!
  4. Serigala (compromising): uang terbatas sedangkan anda dan rekan anda menginginkan kenaikan gaji, atau saat bagi-bagi kue.  Mungkin bisa dengan saling membagi separuh-separuh, atau menggunakan koin dan biarlah takdir menentukan.
  5. Burung hantu (negotiating):

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan strategi tersebut:

  1. Jangan pernah menghindari konflik.  Dalam suatu hubungan jangka panjang, tidak dianjurkan untuk withdrawal kecuali sementara waktu agar mampu melakukan negosiasi lebih konstruktif.
  2. Jangan terjebak dalam situasi negosiasi win-loose.  Forcing tidak tepat dipergunakan dalam hubungan jangka panjang.
  3. Nilailah kemungkinan untuk smoothing (mengalah) apabila merasa bahwa tujuan atau kepentingan orang lain jauh lebih penting dan mendesak.  Strategi ini dikenal sebagai one-step negotiation.
  4. Lakukan kompromi bila waktu sedikit, tentu bila persetujuan ideal tidak tercapai.
  5. Prakarsai negosiasi pemecahan masalah.  Laksanakan ini bila antara hubungan dan tujuan sama-sama dirasakan penting.
  6. Gunakan humor

Ingat: Individu yang kompeten menggunakan semua strategi tersebut tergantung situasi.  Gunakan negosiasi dan smoothing sebagai strategi pemecahan masalah utama.

Oleh: TIM AMT UNS