Berusaha Mengerti Terlebih Dahulu Baru Dimengerti

  1. Prinsip komunikasi empatik.
  2. “Berusaha mengerti terlebih dahulu” memerlukan perubahan paradigma yang sangat mendalam.  Kita biasanya berusaha lebih dahulu untuk dimengerti.  Kebanyakan orang tidak mendengar dengan maksud untuk mengerti; mereka mendengar dengan maksud untuk menjawab.  Mereka entah berbicara atau bersiap untuk berbicara.  Mereka menyaring segalanya melalui paradigma mereka sendiri, membacakan autobiografi mereka ke dalam kehidupan orang lain.
  3. Ketika orang lain berbicara, kita biasanya “mendengarkan” dalam salah satu dari empat tingkat.  Kita mungkin mengabaikan orang itu, tidak benar-benar mendengarkannya.  Kita mungkin berpura-pura.  Kita mungkin mendengar secara selektif, mendengar hanya bagian-bagian tertentu dari percakapan.  Atau kita mungkin mendengar secara atentif, menaruh perhatian dan memfokuskan energi pada kata-kata yang diucapkan.  Tetapi sedikit sekali yang mempraktekkan tingkat kelima, bentuk tertinggi dari mendengarkan, yaitu mendengarkan secara empatik.
  4. Mendengar empatik bukan mendengar reflektif atau teknik mendengar aktif.  Mendengar empatik adalah mendengar dengan maksud untuk mengerti.  Maksud saya adalah berusaha terlebih dahulu untuk mengerti, untuk benar-benar mengerti.
  5. Mendengar secara empatik masuk ke dalam kerangka acuan orang lain.  Anda memandang keluar melewati kerangka acuan itu, anda melihat dunia dengan cara mereka melihat dunia, anda mengerti paradigma mereka, anda mengerti bagaimana perasaan mereka.  Intinya adalah, secara mendalam anda mengerti orang itu, secara emosional sekaligus secara intelektual.
  6. Mendengarkan secara empatik merupakan deposito luar biasa dalam rekening bank emosi.  Ia sangat memberi terapi dan menyembuhkan karena memberi “udara psikologis” (psychological air) kepada seseorang.  Salah satu wawasan terbesar dalam bidang motivasi manusia: Kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak akan memotivasi.  Hanya kebutuhan yang belum terpenuhilah yang memotivasi.  Disamping kelangsungan hidup fisik, kebutuhan terbesar manusia adalah kelangsungan hidup psikologis, untuk dimengerti, untuk diteguhkan, untuk diabsahkan, untuk dihargai.  Ketika anda mendengarkan orang lain dengan empati, anda memberi orang itu udara psikologis.  Dan sesudah kebutuhan vital itu dipenuhi, anda kemudian dapat berfokus pada pemberian pengaruh atau pemecahan masalah.
  7. Komunikasi terapeutik.
  8. Buatlah diagnosis sebelum membuat resep.
  9. Empat respon autobiografis: mengevaluasi, menyelidik, menasihati, menafsirkan.
  10. …. baru berusaha untuk dimengerti.  Merupakan separuh bagian dari proses komunikasi dan hubungan menang-menang.  Kematangan merupakan keseimbangan antara keberanian dan tenggang rasa.  Berusaha untuk mengerti memerlukan tenggang rasa; berusaha untuk dimengerti memerlukan keberanian.
  11. Ethos, pathos dan logos untuk presentasi dan komunikasi yang efektif.
  12. Kebiasaan 5 adalah sesuatu yang dapat anda praktekkan sekarang.  Kali berikutnya anda berkomunikasi dengan seseorang, anda dapat mengesampingkan autobiografi anda sendiri dan dengan sungguh-sungguh berusaha mengerti.  Bahkan ketika orang tidak mau terbuka mengenai masalah mereka, anda dapat bersikap empatik.  Anda dapat merasakan hati mereka, anda dapat merasakan luka mereka, dan dapat berespons , “anda kelihatannya murung hari ini.”  Mereka mungkin tidak akan mengatakan apa-apa.  Tidak apa-apa.  Anda sudah memperlihatkan pengertian dan respek. Jangan mendesak; bersabarlah; bersikaplah hormat.  Orang tidak harus terbuka secara verbal sebelum anda dapat berempati.  Anda dapat selalu berempati terhadap perilaku mereka.  Anda mungkin cerdas, peka, dan sadar dan anda dapat hidup di luar autobiografi anda ketika diperlukan.

Oleh: TIM AMT UNS