Prinsip kerja sama kreatif.

  • Secara sederhana, sinergi berarti keseluruhannya lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya.  Ia berarti hubungan antar bagian dimana bagian-bagian itu merupakan bagian di dalam dan dari hubungan itu sendiri.  Sinergi bukan merupakan suatu bagian belaka, melainkan bagian yang paling bersifat katalisator, paling memberdaya dan paling menyenangkan.

kerjasamaProses kreatifnya juga merupakan bagian yang paling mengerikan karena anda tidak tahu secara persis apa yang akan terjadi atau ke mana arah yang dituju.  Anda tidak tahu apa bahaya dan tantangan baru yang akan anda temui.  Dibutuhkan rasa aman internal yang besar untuk memulai dengan semangat petualangan, semangat penemuan, semangat kreativitas.  Tanpa ragu, anda harus meninggalkan zona kenyamanan dari kemah induk dan menghadapi keliaran yang seluruhnya baru dan tidak dikenal.  Anda menjadi perintis, pembuka jalan.  Anda membuka peluang baru, wilayah baru, benua baru, agar orang lain dapat ikut.

  • Ketika anda berkomunikasi secara sinergestik, anda benar-benar membuka pikiran, hati dan ekspresi anda kepada kemungkinan baru, alternatif baru, pilihan baru.  Anda memulai dengan keyakinan bahwa pihak-pihak yang terlibat akan memperoleh lebih banyak wawasan, dan bahwa kesenangan dari belajar dan peningkatan wawasan bersama itu akan menciptakan momentum ke arah wawasan, proses belajar, dan pertumbuhan yang jauh lebih besar lagi.
  • Sebagian besar dari usaha kreatif entah bagaimana tidak dapat diramalkan.  Usaha-usaha itu sering kelihatan mendua arti, untuk-untungan, coba dan ralat.  Kecuali bila orang tertentu mempunyai toleransi yang tinggi terhadap kemenduaan arti dan mendapatkan rasa aman mereka dari integritas pada prinsip dan nilain batin, mereka merasa keterlibatan dalam usaha yang amat kreatif sebagai hal yang melelahkan dan tidak menyenangkan.  Kebutuhan mereka akan struktur, kepastian, dan keteramalan terlalu tinggi.
  • Sinergi dan komunikasi.
  • Alternatif ketiga.  Solusi yang sama-sama menguntungkan dan lebih baik daripada apa yang semula diusulkan oleh masing-masing pihak.  Budhisme menyebut hal ini “jalan tengah”.  Tengah dalam pengertian ini bukan berarti kompromi, melainkan lebih tinggi, seperti puncak dari sebuah segitiga.
  • Menghargai perbedaan adalah intisari dari sinergi – perbedaan mental, emosional, psikologis antar orang.  Dan kunci untuk menghargai perbedaan-perbedaan itu adalah dengan menyadari bahwa semua orang melihat dunia, tidak sebagaimana adanya, tetapi sebagaimana mereka.

Jika saya berpikir saya melihat dunia sebagaimana adanya, mengapa saya mau menghargai perbedaan?  Mengapa saya bahkan mau repot berurusan dengan orang yang “menyimpang”?  Paradigma saya adalah saya orang yang obyektif; saya melihat dunia sebagaimana adanya.  Orang lain terbenam oleh hal-hal sepele, tetapi saya melihat gambaran yang lebih besar.  Itulah sebabnya mereka menyebut saya supervisor – saya mempunyai visi yang super.

Jika itu pardigma saya, maka saya tidak akan pernah saling tergantung secara efektif, atau bahkan mendiri secara efektif sekalipun.  Saya akan dibatasi oleh paradigma dari pengkondisian saya sendiri.

Orang-orang yang benar-benar efektif mempunyai kerendahan hati dan rasa hormat untuk mengakui keterbatasan persepsinya sendiri dengan menghargai sumber daya yang kaya yang tersedia melalui interaksi dengan hati dan pikiran manusia lain.  Menghargai perbedaan karena ia justru menambah pengetahuannya, pengertiannya tentang realitas.  Ketika kita dibiarkan sendirian dengan pengalaman kita saja, kita terus menerus menderita kekurangan data.

Apakah logis bahwa dua orang dapat tidak sepakat dan keduanya dapat saja benar?  Memang tidak logis; hal ini psikologis!  Dan hal ini sangat riil.  Anda melihat wanita muda; saya melihat wanita tua.  Kita sama-sama melihat gambar yang sama, dan kita berdua sama-sama benar.  Kita melihat garis-garis hitam yang sama, bagian-bagian putih yang sama.  Akan tetapi kita menafsirkannya seara berbeda karena kita sudah dikondisikan untuk menafsirkannya secara berbeda.

Dan jika kita tidak menghargai perbedaan pada persepsi kita, jika kita tidak saling menghargai dan memberikan kepercayaan kepada kemungkinan bahwa kita sama-sama benar, bahwa kehidupan tidak selalu berupa dikotomi “yang ini/yang itu,” bahwa hampir selalu ada alternatif ketiga, kita tidak akan pernah dapat melebihi batas-batas pengkondisian itu.

Yang dapat saya lihat hanyalah wanita tua.  Tetapi saya sadar bahwa anda melihat sesuatu yang lain.  Dan saya menghargai anda.  Saya menghargai persepsi anda.  Saya mau mengerti.  Jadi ketika saya sadar akan perbedaan persepsi kita, saya mengatakan, “Bagus!  Anda melihatnya dengan cara yang berbeda!  Bantu saya melihat apa yang anda lihat.”

  • Alam semesta bersifat sinergestik.  Ekologi adalah kata yang pada dasarnya menjabarkan sinergisma dalam alam – segalanya berhubungan dengan segalanya yang lain.  Dalam hubungan inilah kekuatan kreatif dimaksimumkan, sama seperti kekuatan nyata pada tujuh kebiasaan ini dalam hubungan mereka satu sama lain, bukan hanya dalam kebiasaan individual itu sendiri.

Oleh: TIM AMT UNS